• RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan

Yang Harus Dikuasai Pemilik Kedai Kopi

Posted by GBI Kudus On Kamis, November 18, 2010

Membuka bisnis kedai kopi tampaknya makin menggairahkan, mengingat kebutuhan orang untuk bersantai atau bersosialisasi. Tidak heran, banyak kedai kopi bermunculan, baik yang lokal maupun yang didatangkan dari luar.
Salah satu hal yang perlu Anda kuasai ketika berencana membangun gerai kopi adalah memahami cara seluk-beluk pembuatan kopi, meskipun Anda hanya membeli waralaba dari sebuah kedai kopi. Apa saja peralatan yang diperlukan, bagaimana cara mengolah kopi dan menyajikannya, hingga melakukan perawatan terhadap mesin pembuat kopi.
"Yang paling penting dalam mengolah kopi adalah menjaga kebersihan, dan selalu tersenyum pada pelanggan," kata Gwilym Davies, World Barista Champion 2009, di Anomali Coffee, Kuningan, Jakarta Selatan.
Presiden Nuova Simonelli, perusahaan pembuat mesin kopi espresso di Italia ini, lalu mendemonstrasikan cara mengolah dan menyajikan kopi dengan mesin kopi:
1. Membersihkan
Sebelum Anda mengolah biji kopi agar dapat menjadi minuman yang nikmat, pastikan Anda selalu menjaga kebersihannya. Bersihkan mesin beserta gelas-gelas yang akan digunakan.
2. Menghancurkan biji kopi
Tuang biji kopi ke dalam grinder. Grinder adalah alat untuk menghancurkan biji kopi menjadi bubuk kopi yang siap diproses lebih lanjut. Jangan lupa meletakkan toggle, keranjang yang tersedia pada mesin kopi untuk menampung bubuk kopi tersebut. Namun sebelumnya, pastikan keranjang tersebut telah bersih dari ampas kopi.
3. Padatkan bubuk kopi
Setelah bubuk kopi ditampung di toggle, Anda dapat memadatkan dengan menggunakan temper. Caranya dengan menekan biji kopi tersebut.
4. Memasang keranjang pada boiler
Setelah bubuk kopi dipadatkan, Anda dapat meletakkan toggle pada boiler. Boiler adalah alat untuk memanaskan dan mengeluarkan air panas. Kencangkan. Letakkan gelas untuk menampung cairan kopi yang keluar.
5. Mengolah susu
Sementara kopi diolah, Anda dapat menyiapkan susu yang akan digunakan. Anda dapat menggunakan susu segar yang di-steam agar menjadi halus dan lembut. Masukkan susu ke dalam gelas yang telah disediakan, steam secukupnya.
6. Campurkan
Setelah susu selesai di-steam dan kopi pun telah siap, Anda dapat mencampurkan keduanya. "Mainkan" busa susu sehingga menjadi suatu pola yang indah dipandang.
7. Hidangkan
Untuk menghidangkan pada pelanggan, Anda tidak boleh sembarangan. Hadapkan pola yang telah Anda buat dengan benar kepada pelanggan.
8. Bersihkan alat-alat
Setelah menggunakan berbagai mesin tersebut, Anda harus membersihkan meja beserta mesin yang Anda gunakan.

(kompas)

Saatnya Menjadi Seorang Webpreneur

Posted by GBI Kudus On Senin, November 08, 2010

Setelah booming bisnis waralaba yang berlangsung sejak 10 tahun yang lalu, bisnis apa lagi yang berpeluang menjadi besar? Herman Kwok, Marketing Advisor KASKUS mengatakan, webpreneur atau kewirausahaan di bidang digital akan menjadi bisnis besar berikutnya. 

Herman mengungkapkan alasannya. Ia mengatakan,"Saat ini, kita memiliki potensi yang besar di bidang webpreneur itu. Saya pernah keliling di daerah dan menemukan banyak potensi dalam bidang digital. Banyak yang memiliki konsep yang bagus dan tak terpikirkan oleh kebanyakan orang."


Di samping itu, Herman juga mengungkapkan bahwa bisnis digital ini juga memiliki kekuatan karena senafas dengan jiwa generasi muda yang mendominasi populasi Indonesia. Dunia digital penguasaan informasi, kecepatan, kedinamisan dan kreatifitas dan umumnya dimiliki anak muda.


Memulai menjadikan bisnis digital sebagai hal besar, menurut Herman, sudah bisa dilakukan mulai saat ini. "Infrastruktur di Indonesia sudah bagus. Jasa warnet dan WiFI sekarang juga sudah banyak. Di Yogyakarta misalnya, sewa warnet 5000 rupiah per jam sudah mampu mendapatkan akses yang cepat," jelas Herman. 


Untuk menjadikan bisnis digital ini besar, menurut Herman, yang perlu dilakukan sekarang adalah membuat bisnis digital ini menjadi booming dahulu, seperti yang terjadi dalam bisnis waralaba. Caranya dengan membuat ajang dimana orang-orang yang bermain di bidang tersebut bisa berkumpul, sharing dan mengajak pemain baru. 


"Ajang tersebut memiliki beberapa tujuan. Pertama, bisa mengajak orang yang tadinya belum masuk ke dunia bisnis ini untuk menjadi baru. Kemudian, jika orang sudah terkumpul dan terbentuk komunitasnya, orang bisa sharing satu sama lain," jelas Herman. 


Ajang seperti seminar "The Next Big Thing : Invesment in Indonesian Digital Market" yang diadakan di Kempinski Ballroom Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (5/11/2010), menurut Herman, bisa menjadi salah satu ajang tersebut. 


"Lewat acara-acara seminar dan kompetisi, pelaku bisnis digital bisa bertemu dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam bisnisnya, seperti para investor yang bisa memberi bantuan dana," papar Herman yang juga menjadi Comitee Chairman SparxUp 2010.


Jika hal tersebut mampu dimanfaatkan, maka kesuksesan bisnis digital tinggal tergantung pada mindset pelakunya, kemauan untuk membangun bisnisnya. (kompas)